Dalam dunia otomotif, terutama di segmen SUV, Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport menjadi dua pilihan utama bagi para pecinta kendaraan bongsor di Indonesia. Keduanya bukan hanya menawarkan kenyamanan dan kemampuan off-road, tetapi juga memiliki spesifikasi yang menarik perhatian. Namun, satu pertanyaan yang sering muncul adalah: jika diisi penuh dari nol, mana yang lebih boros antara Pajero Sport dan Fortuner? Mari kita telusuri lebih dalam.
Kapasitas Tangki yang Berbeda
Salah satu faktor yang mempengaruhi biaya pengisian bahan bakar adalah kapasitas tangki. Toyota Fortuner memiliki kapasitas tangki yang lebih besar, yaitu 80 liter, sedangkan Pajero Sport hanya memiliki kapasitas 68 liter. Dengan kapasitas tangki yang berbeda ini, tentu saja biaya yang dikeluarkan untuk mengisi penuh juga akan bervariasi.
Biaya Pengisian Bahan Bakar
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, mari kita lihat biaya pengisian bahan bakar kedua SUV ini. Mengacu pada buku panduan masing-masing, baik Fortuner maupun Pajero Sport dianjurkan untuk menggunakan bahan bakar dengan kadar sulfur di bawah 50 ppm, seperti Pertamina Dex.
Jika Anda mengisi full tank Toyota Fortuner diesel dengan Pertamina Dex, biaya yang harus dikeluarkan mencapai sekitar Rp 1.208.000. Sementara itu, untuk Pajero Sport, biaya pengisian full tank akan lebih rendah, yaitu sekitar Rp 1.026.800. Dari kedua angka ini, jelas terlihat bahwa mengisi penuh Pajero Sport lebih hemat dibandingkan Fortuner.
Spesifikasi dan Keunggulan Masing-Masing
Kedua SUV ini memiliki spesifikasi yang menarik. Toyota Fortuner memiliki dimensi panjang 4.795 mm, lebar 1.866 mm, dan tinggi 1.835 mm. Pajero Sport sedikit lebih panjang, dengan ukuran 4.825 mm, lebar 1.815 mm, dan tinggi yang sama. Dari sisi desain, keduanya menawarkan tampilan yang bongsor dan mengesankan.
Dalam hal performa, Pajero Sport menawarkan dua pilihan mesin. Yang pertama adalah mesin berkapasitas 2.5L dengan tenaga 136 PS pada 4.000 rpm dan torsi 324 Nm pada 2.000 rpm. Pilihan kedua adalah mesin 2.4L yang lebih bertenaga, dengan output 181 PS pada 3.500 rpm dan torsi 430 Nm pada 2.500 rpm.
Sementara itu, Toyota Fortuner memiliki lebih banyak pilihan mesin. Terdapat mesin 2.7L (bensin), 2.8L (diesel), dan 2.4L (diesel), dengan tenaga dan torsi yang bervariasi. Mesin 2.7L memiliki tenaga 163 PS dan torsi 24.7 kgm, sementara mesin 2.8L mampu memproduksi tenaga 203,9 PS dan torsi 50,9 kgm. Terakhir, mesin 2.4L memiliki tenaga 149,6 PS dan torsi 40,8 kgm.
Harga dan Pilihan
Dalam hal harga, Toyota Fortuner memiliki rentang harga yang lebih luas. Model termurahnya dibanderol sekitar Rp 573,7 juta, sedangkan model termahalnya mencapai Rp 740,35 juta. Di sisi lain, Pajero Sport memiliki harga yang sedikit lebih murah, mulai dari Rp 561,1 juta hingga Rp 746,1 juta.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, baik Toyota Fortuner maupun Mitsubishi Pajero Sport memiliki keunggulan masing-masing. Namun, jika kita berbicara tentang biaya pengisian bahan bakar, Pajero Sport lebih unggul dengan biaya yang lebih rendah untuk mengisi full tank. Dengan mempertimbangkan kapasitas tangki dan harga bahan bakar, pilihan Anda tergantung pada kebutuhan dan preferensi pribadi.
Jadi, jika Anda mencari SUV yang lebih ekonomis dalam hal pengisian bahan bakar, Pajero Sport bisa menjadi pilihan yang lebih tepat. Namun, jika Anda lebih memprioritaskan ukuran dan variasi mesin, Fortuner tetap menjadi pilihan yang menarik.