Dalam era kendaraan listrik (EV) yang semakin berkembang, China muncul sebagai raja pasar baterai global. Menurut laporan terbaru dari SNE Research, kapasitas total baterai kendaraan listrik yang terpasang di seluruh dunia dari Januari hingga Oktober 2025 mencapai angka mengesankan, yaitu 933,5 GWh. Dari jumlah tersebut, sebanyak 68,9 persen atau sekitar 643,5 GWh berasal dari produsen yang berbasis di China.
Dominasi China dalam industri ini tidak terlepas dari kontribusi signifikan enam perusahaan baterai terkemuka yang berasal dari negara tersebut. Di antara sepuluh produsen baterai terbesar di dunia, perusahaan-perusahaan asal China menunjukkan performa yang jauh lebih baik dibandingkan kompetitornya.
Perusahaan Teratas dalam Industri Baterai
Salah satu nama yang paling mencolok dalam daftar ini adalah CATL (Contemporary Amperex Technology Co. Limited). Dengan kapasitas produksi mencapai 355,2 GWh, CATL menguasai pangsa pasar sebesar 38,1 persen. Angka ini menjadikannya sebagai pemimpin pasar yang jauh meninggalkan pesaing-pesaing lainnya yang juga beroperasi di sektor baterai.
Keberhasilan CATL tidak hanya disebabkan oleh kapasitas produksinya yang besar, tetapi juga oleh inovasi dan efisiensi yang terus ditingkatkan. Perusahaan ini telah melakukan berbagai investasi untuk memperluas kapasitas produksi dan meningkatkan teknologi baterai, sehingga mampu memenuhi permintaan yang terus meningkat dari pasar kendaraan listrik global.
Data Pasar Baterai Global
| Nama Perusahaan | Kapasitas (GWh) | Pangsa Pasar (%) |
|---|---|---|
| CATL | 355,2 | 38,1 |
| LG Energy Solution | 165,3 | 17,7 |
| PANASONIC | 90,0 | 9,6 |
| BYD | 84,5 | 9,1 |
Data di atas menunjukkan bahwa meskipun CATL berada di posisi teratas, perusahaan-perusahaan lain seperti LG Energy Solution dan Panasonic juga memiliki kontribusi yang signifikan. LG Energy Solution, misalnya, memiliki kapasitas 165,3 GWh dan menguasai pangsa pasar sebesar 17,7 persen, menjadikannya sebagai pesaing yang patut diperhitungkan.
Tren dan Prospek Masa Depan
Dengan pertumbuhan yang pesat dalam industri EV, diperkirakan bahwa permintaan akan baterai kendaraan listrik akan terus meningkat. Hal ini menjadi peluang besar bagi produsen baterai untuk berinovasi dan memperluas kapasitas produksi mereka. China, dengan dukungan pemerintah yang kuat dan investasi besar dalam teknologi, tampaknya akan terus memimpin pasar ini dalam beberapa tahun mendatang.
Pengembangan kendaraan listrik yang ramah lingkungan semakin menjadi fokus utama di berbagai negara, termasuk Indonesia. Dengan demikian, industri baterai menjadi salah satu sektor yang paling menjanjikan untuk masa depan, baik dari segi investasi maupun inovasi teknologi.
Melihat gambaran ini, dapat dipastikan bahwa dominasi China dalam pasar baterai kendaraan listrik global akan terus berlanjut, menjadikannya sebagai pemain utama dalam industri yang berkembang pesat ini.