Musim hujan telah tiba, dan perdebatan mengenai ketangguhan mobil diesel dibandingkan mobil bensin dalam menghadapi banjir kembali menghangat. Fenomena ini semakin diperkuat dengan viralnya sebuah video yang menunjukkan mobil Isuzu Panther tetap beroperasi meski terendam banjir selama 10 jam. Banyak orang mulai mempertanyakan, apakah mesin diesel memang lebih kuat dan mampu bertahan saat melawan genangan air yang tinggi?
Keyakinan umum ini telah mengakar di masyarakat, di mana banyak yang percaya bahwa mobil bermesin diesel lebih unggul saat melintasi area yang tergenang. Namun, benarkah anggapan tersebut? Untuk menjawab pertanyaan ini, kami menghubungi Esa, pemilik bengkel Esa Diesel Specialist Common Rail. Ia memiliki pandangan menarik mengenai isu ini.
Kunci Kekuatan Mobil di Banjir
Esa menjelaskan bahwa kekuatan mobil saat menghadapi banjir bukan hanya tergantung pada jenis mesinnya, apakah itu diesel atau bensin. Yang terpenting adalah kondisi udara yang masuk ke dalam mesin. “Kunci utama bukan pada mesin, melainkan pada filter udara. Selama filter udara dan cylinder head tidak kemasukan air, mobil akan berfungsi dengan baik,” ungkap Esa ketika dihubungi oleh wartawan Kompas.com.
Hal ini menunjukkan bahwa, terlepas dari tipe mesin, semua kendaraan memiliki batasan ketika berhadapan dengan air. Jika air bisa masuk ke dalam sistem mesin, maka risiko kerusakan akan meningkat. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan seberapa dalam genangan air yang akan dilalui.
Risiko Kerusakan pada Mobil Diesel
Banyak orang beranggapan bahwa mobil diesel lebih tahan banting dalam kondisi ekstrem. Namun, Esa menekankan bahwa mobil diesel juga rentan terhadap kerusakan jika terendam air. Misalnya, air yang masuk ke dalam mesin dapat menyebabkan kerusakan pada komponen internal, seperti silinder dan piston. Ini bisa mengakibatkan biaya perbaikan yang tidak sedikit.
Pentingnya Perawatan Berkala
Untuk mencegah masalah yang lebih besar, perawatan berkala menjadi hal yang sangat penting. Pemilik kendaraan disarankan untuk memeriksa kondisi filter udara secara rutin. Jika filter udara dalam keadaan baik dan tidak ada kontaminasi air, kemungkinan untuk mengalami kerusakan saat terjebak banjir akan berkurang.
Kesimpulan: Fakta atau Mitos?
Meskipun banyak yang percaya bahwa mobil diesel lebih tangguh saat terendam banjir, kenyataannya tidak sesederhana itu. Kekuatan sebuah mobil saat menghadapi air tergantung pada banyak faktor, termasuk kondisi mesin dan perawatannya. Oleh karena itu, pemilik mobil harus lebih bijak dalam menghadapi situasi banjir, serta memperhatikan kedalaman genangan yang akan dilalui.
Dengan memahami fakta di balik mitos ini, diharapkan pemilik kendaraan dapat mengambil langkah yang tepat untuk melindungi mobil mereka dari kerusakan akibat banjir. Ingatlah, menjaga kendaraan agar tetap dalam kondisi prima adalah kunci untuk menghindari masalah yang bisa muncul di kemudian hari.