Dalam dunia otomotif, kabar baik dan buruk bisa dengan cepat menyebar, terutama ketika menyangkut inovasi baru. Xiaomi, produsen teknologi ternama, baru-baru ini menghadapi kritik terkait kendaraan listrik terbarunya, YU7. Untuk meredakan keraguan publik, pendiri sekaligus CEO Xiaomi, Lei Jun, melangsungkan siaran langsung selama lima jam. Melalui platform resmi mereka, ia menjelaskan berbagai spesifikasi dari YU7 dan menanggapi isu-isu yang beredar.
Selama siaran yang disiarkan langsung, sejumlah insinyur yang terlibat dalam pengembangan YU7 turut hadir untuk memberikan dukungan dan menjelaskan lebih lanjut tentang kendaraan listrik ini. Keberadaan mereka menjadi penting, mengingat banyak kritik dan kesalahpahaman yang muncul di publik dalam beberapa waktu terakhir.
Menjawab Isu Jarak Tempuh dan Pengereman
Salah satu topik yang menjadi sorotan adalah klaim mengenai jarak tempuh YU7 dalam sekali pengisian daya. Banyak masyarakat mengartikan pernyataan tersebut secara keliru, dan Lei Jun dengan tegas memberikan klarifikasi. Ia juga menanggapi isu yang beredar mengenai kemampuan pengereman YU7 yang diklaim dapat menghentikan kendaraan dalam kecepatan 200 km/jam. Ia menjelaskan bahwa informasi ini berasal dari uji produk SU7 Ultra dan telah disalahartikan melalui pengeditan video yang tidak akurat.
Desain Keselamatan YU7
Isu lain yang mengemuka adalah video yang menunjukkan roda YU7 terlepas saat terjadi tabrakan. Lei menjelaskan bahwa desain tersebut sebenarnya merupakan langkah untuk meningkatkan keselamatan, bukan indikasi cacat material. Mekanisme pelepasan roda dirancang untuk mengurangi kompresi di dalam kabin dan mengalirkan gaya benturan dengan lebih aman, sehingga meningkatkan perlindungan bagi penumpang.
Klarifikasi Terkait Konten Viral
Selain menjawab isu-isu teknis, Lei Jun juga merespons viralnya konten yang menyatakan bahwa “Xiaomi tidak mengizinkan petani menjual Xiaomi”. Ia menegaskan bahwa itu merupakan salah tafsir dari keluhan tentang akun-akun jahat, dan bukan kebijakan perusahaan yang membatasi perdagangan pertanian.
Siaran langsung tersebut dimulai dengan kolom komentar yang ditutup, namun kemudian dibuka untuk interaksi dengan penonton. Lei Jun mendorong pemirsa untuk mengajukan pertanyaan, menunjukkan komitmen perusahaan untuk memberikan penjelasan dan klarifikasi mengenai setiap kekhawatiran yang ada.
Pandangan Terhadap YU7
YU7, sebagai kendaraan listrik utama kedua Xiaomi setelah SU7, telah mendapatkan perhatian besar, baik karena desainnya yang inovatif maupun peranannya dalam diskusi di media sosial yang viral. Siaran langsung ini menjadi langkah pertama Xiaomi Automobile untuk menjelaskan berbagai isu secara mendalam dan memberikan informasi faktual mengenai desain serta material yang digunakan dalam YU7.
Reaksi Publik dan Penjualan
Menariknya, meskipun berbagai isu beredar, penjualan YU7 di China dilaporkan telah melampaui penjualan Tesla Model Y pada bulan Oktober. Hal ini menunjukkan bahwa minat konsumen terhadap kendaraan listrik Xiaomi tetap tinggi, meskipun ada berbagai tantangan yang harus dihadapi.
Dengan upaya klarifikasi ini, Xiaomi menunjukkan bahwa mereka berkomitmen untuk transparan dan responsif terhadap pelanggan. Ini adalah langkah penting dalam membangun kepercayaan dan memastikan bahwa informasi yang benar dapat sampai ke masyarakat.
Baca juga: Pangsa pasar mobil listrik di Norwegia diperkirakan mendekati 96 persen pada tahun 2025.